Nyocot Podcast Episode 01:  Mencoba Menemukan Belahan Jiwa di Dating Online

Ngobrolin tentang menjalin hubungan dengan orang baru emang ga ada abisnya. Sehingga, Sychonix kepikiran membuat sebuah experiment tentang bagaimana rasanya mendapatkan pasangan melalui dunia digital.

Akhirnya diriku memutuskan untuk mencoba beberapa aplikasi dating online yang ada di playstore. Seperti Tantan, Tinder, dkk. Tetapi yang terfokus dan yang aku minati adalah kedua aplikasi yang kusebutkan tadi. Alasannya karena tampilannya bagus dan mudah digunakan + tanpa iklan-iklan ga jelas hehe.

Oh ya jika kalian males baca, bisa lihat video berikut, atau mendengarkan audionya melalui spotify:

Spotify dengar disini: https://open.spotify.com/episode/2TG87KwfcevFWl8g6n0PIB

Oke kita lanjut,

Namun, kekerenan aplikasi itu tidak menjamin diriku akan mendapatkan seorang saja yang mau denganku ( :’) ternyata aku itu jelek ya heuheueheu ). Jadi kesanku terhadap aplikasi ini kurang mengenakan. Mulai dari susah dapet match, Komunikasi yang tidak lancar, dan dikacangin :(.

Tapi beruntungnya aku punya teman yang pernah berhasil atau sukses dalam mendapatkan pasangan di aplikasi dating online tersebut. Panggil saja namanya Niko. seorang fakboi asal Surabaya yang banyak bacot huehue.

Menurut pengalamannya, aplikasi dating online ini tergolong menarik karena dia berjumpa (dalam aplikasi dating online-nya saja ga sampai jumpa sih) dengan ibu-ibu yang berumur 40 tahun-an dan dia sampai di chat oleh ibu-ibu itu. Sampai akhirnya dia berjumpa dengan seorang wanita cantik, tetapi masih sekolah gitu (Belum legal). Mereka berjumpa ga cuma di aplikasi saja, bahkan sampai real life (ke bioskop). WOW!

WOW

Meskipun dia berhasil berjumpa dengan seseorang melalui tinder, dia malah berfikir bahwa orang-orang yang berani berjumpa dengan stranger yang berasal dari aplikasi dating online pula. Hal itu sangat membahayakannya terutama para wanita-wanita itu. Yang ditakutkan adalah hal yang tidak diinginkan yang bisa kalian bayangkan sendiri, seperti penculikan, pemerkosaan hingga pembunuhan untuk tingkat yang lebih extreme-nya.

Dan niko juga memberi saran agar para wanita yang baru mengenal seseorang melalui aplikasi seperti ini, lebih baik di dampingi oleh teman atau orang terdekat agar lebih aman.

Secara keseluruhan dia juga lumayan kecewa karena wanita-wanita di Tinder rada cuek dan kurang mengenakan. Tapi kami sepakat bahwa hal tersebut wajar terjadi karena memang banyak pilihan yang mungkin saja lebih tampan, kaya atau kelebihan yang dimiliki pria lain lebih banyak dari kami haha.

Akan tetapi aplikasi seperti layak kalian coba jika kalian ingin mencari jodoh atau sekedar teman. Apalagi jika kalian memiliki penampilan yang sangat menarik dan jago ngomong.

Selamat mencoba!